INI INSTRUKSI AHY UNTUK KADER DEMOKRAT, DUH, BIKIN GEMETAR

swarasambas.com - 4 bulan Yang Lalu
INI INSTRUKSI AHY UNTUK KADER DEMOKRAT, DUH, BIKIN GEMETAR
 - (swarasambas.com)
Editor

KADER Partai Demokrat mendapat instruksi dari Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk setia dan waspada.

Instruksi yang ditandatangi Sekjen DPP Partai Demokrat atas nama Ketum itu kini sudah diketahui publik.

Hal ini dibenarkan Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya.
“Tidak ada konflik internal, apalagi dualisme kepemimpinan Partai Demokrat. Partai Demokrat yang diakui pemerintah hanya satu, pimpinan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” ujar Riefky kepada wartawan, Jumat (8/10/2021).

Dalam instruksi tersebut, Riefky menyerukan para pengurus dan kader untuk memantau serta mengawasi penggunaan atribut-atribut Partai Demokrat secara ilegal.

“Mengimbau agar seluruh elemen partai untuk merespons dengan cepat dan tepat berbagai perkembangan yang terjadi khususnya terkait acara pertemuan, konferensi pers, kehadiran di sidang pengadilan dan kegiatan-kegiatan lain, di mana atribut Partai Demokrat dipakai oleh mantan kader, terutama mereka yang telah dipecat karena terlibat kudeta dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD),” tuturnya.
Para pengurus dan kader diminta melaporkan penyalahgunaan atribut tersebut pada pihak yang berwajib dengan pasal pelanggaran hak cipta serta melaporkannya juga pada tim Satgas DPP PD.

Sebelumnya, DPP Partai Demokrat kembali merespons manuver terkini eks kader Demokrat pengusung KSP Moeldoko.

DPP Demokrat menilai, manuver eks kader Demokrat pendukung KSP Moeldoko melakukan konferensi pers terkait gugatan Judicial Review (JR) AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA) merupakan upaya pembodohan terhadap masyarakat Indonesia.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra mengatakan, siasat KSP Moeldoko yang menggandeng Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukumnya dinilai sudah keterlaluan.

Keduanya, yakni KSP Moeldoko dan Yusril, kata dia, memanfaatkan eks kader Demokrat untuk mencapai ambisi politik KSP Moeldoko.

“Hanya karena jenderal lalu merasa memiliki kuasa untuk melakukan pembodohan publik. Hanya karena merasa profesor hukum lalu merasa bisa melakukan upaya pembodohan publik,” katanya dalam konferensi persnya secara virtual, Jakarta, Minggu (3/10/2021).

(NKRIPOST/Akurat)

Tinggalkan Komentar